Tuesday, February 9, 2016

Pakaian Tradisional Jepang

1) Pakaian Tradisional Jepang
    Pakaian tradisional jepang adalah kimono. Pada umum nya kimono dibuat dari sutra, berlengan besar yang menjulai hingga ke tumit. Kimono dan obi yang kita kenal sekarang merupakan pakaian tradisonal jepang pada masa Edo ( 1600-1868). Obi menjadi bagian dari kimono wanita kira-kira pada pertengahan periode Edo. Ukuran obi yang standar adalah panjang360 cm dan lebar 360 cm.

   Yukata merupakan kimono yang terbuat dari katun yang biasanya di pakai pada musim panas. Yukata biasanya mempunyai desain dengan warna -warna cerah. Pada umumnya yukata di pakai pada bon odori dan fastival-fastival musim. yukata di rancang dengan desain yang sedarhana dengan tujuan agar wanita jepang muda memakainya tanpa di bantu oleh orang lain. Kata Yukata sendiri berasal dari kata yu ( mandi )  dan katabira ( pakaian dalam ).
 Model pakaian pada masa Edo banyak di pengaruhi oleh desain dan gaya artis. Para wanita di kelas samurai terus memakai kimono yang sederhanadengan obi yang terbuat dari braided cords.Sedangkan para wanita di luar kelas samurai mencoba memakai kimono dengan model yang lebih beragam dengan furisode ( kimono dengan lengan panjang ) yang sering di lihat di panggung kabuki. selama bertahun-tahun, obi diikat di depan atau di samping. Tetapi pada pertengahan Edo, obi mulai diikat di belakang. dan katanya ini semua di mulai pada pertengahan tahun 1700 ketika aktor kabuki yang memerankan perempuan menggunakan obi yang diikat di belakang,terdapat berbagai macam jenis kimono di jepang, di antaranya yaitu:

A. Furisode
 

di jepang ketika seorang wanita 20 tahun , dia dapat dikatakan dewasa dimana dia sudah berhak untuk memilih, bertanggung jawab atas kejahatan, dan diperbolehkan untuk merokok atau minum. Pada saat tersebut banyak orang tua yang membelikan anaknya furisode untuk merayakan dewasa/ seijin no hi. Furisode merupakan kimono resmi wanita yang belum menikah dengan warnanya yang mencolok dan terbuat dari kain sutra berkualitas tinggi. furisode biasanya di gunakan pada upacara pernikahan atau upacara minum teh sampai menikah.







B Yukata ( Kimono musim panas ) 
   
Yukata  merupakan kimono yang terbuat dari katun yang biasanya dipakai pada musim panas. Yukata  biasanya mempunyai desain dengan warna warna cerah. Pada umumnya yukata di pakai pada bon odori . Yukata dirancang dengan desain yang sederhana dengan tujuan agar wanita jepang mudah memakainya tanpa dibantu oleh orang lain. Kata  yukata sendiri berasal dari kata yu ( mandi ) dan katabira ( pakaian dalam ). Pada masa Heian ,para bangsawan memakai yukata dari linen setelah mereka mandi yang kemudian di pakai juga oleh para prajurit pada masa Edo. dan mulai dipakai oleh semua orang ketika pemandian air panas ( onsen ) mulai menjadi satu rekreasi populer di jepang
   selain di fastival-fastival musim panas yukata juga banyak di pakai di ryokan ( penginapan trandisional jepang ) . Yukata banyak di sukai karena bahanya dari katun yang ringan.





C Homongi

 
ketika seorang wanita di jepang menikah , banyak orang tua yang membelikan anaknya kimono jenis lainnya , yaitu homongi . Homongi menggantikan peran furisode. Dengan kata lain homongi merupakan pakian resmi wanita yang telah menikah. homongi akan di pakai untuk menghadiri upacara pernikahan atau upacara minum teh.














D Tomesode



tomesode juga merupakan kimono resmi orang jepang. Seorang wanita yang telah menikah biasanya akan mengenakan tomesode pada upacara pernikahan kerabat dekatnya. Dan tidak dipakai ke upacara pernikahan teman atau upacara lainnya. sedangkan untuk upacara-upacara semcam itu di gunakan homongi












Kimono Untuk Pria
 1.montsuki hakama atau haori
Kimono pria dibuat dari bahan berwarna gelap seperti hijau tua, coklat tua, biru tua, dan hitam.
Bagian punggung montsuki dihiasi lambang keluarga pemakai. Setelan montsuki yang dikenakan bersama hakama dan haori merupakan busana pengantin pria tradisional. Setelan ini hanya dikenakan sewaktu menghadiri upacara sangat resmi, misalnya resepsi pemberian penghargaan dari kaisar/pemerintah atau seijin shiki.













2. Kimono santai kinagashi
Pria mengenakan kinagashi sebagai pakaian sehari-hari atau ketika keluar rumah pada kesempatan tidak resmi. Aktor kabuki mengenakannya ketika berlatih. Kimono jenis ini tidak dihiasi dengan lambang keluarga.

G Uchihake
 
Uchihake merupakan kimono yang di pakai wanita untuk pernikahannya. Uchihake berwarna putih sehingga kontras dengan warna tomesode yang warna hitam. Uchiake merupakan kimono yang palingindah. Kimono ini sangat mahal sehingga kebanyakan orang tidak membelinya tetapi meminjamnya dan itu pun dengan harga yang sangat mahal yaitu 50 juta rupiah. Jika di perhatikan dengan jelas,uchikake sangat panjang sampai menyentuh anah sehingga pengantin wanita harus di bantu untuk berjalan dengan kimono ini














No comments:

Post a Comment